Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan pada Ahad (18/02/2018) kemarin bahwa lebih dari 800 operasi yang direncanakan selama delapan hari terakhir terpaksa ditunda. Langkah ini diambil setelah terjadi aksi pemogokan yang dilakukan para petugas kebersihan di rumah sakit Gaza lantaran gaji mereka yang belum dibayar.

Dilansir PIC, Direktur Jenderal Rumah Sakit Gaza Abdullatif al-Haj mengatakan bahwa operasi telah dihentikan akibat menumpuknya sampah dan limbah medis. Selain dari lingkungan yang tidak aman di fasilitas kesehatan.

Kementerian kesehatan Gaza telah mengeluh selama lebih dari satu bulan akibat krisis yang meningkat di sektor kesehatan.

Krisis terjadi akibat kegagalan pemerintah Otoritas Palestina untuk memikul tanggung jawabnya terhadap Jalur Gaza, menyusul kesepakatan Kairo antara Fatah dan Hamas pada bulan Oktober 2017.

(islampos.com)