Oleh: Hawari, M.E.I

Waktu adalah salah satu karunia terbesar yang banyak disia-siakan manusia. Betapa sering manusia sedih ketika menyia-nyiakan hartanya. Namun jarang sekali mereka yang bersedih hati karena boros terhadap waktunya. Waktu adalah kehidupan. Waktu adalah modal yang tak boleh kita sia-siakan. Barangsiapa menyia-nyiakan waktunya, maka pasti ia akan menyesal selama hidupnya.

Keagungan Nilai Waktu

Karena agungnya nilai waktu, maka Alloh subhanahu wa ta’ala banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan waktu.  Bukankah kita seringkali membaca ayat, (و الْعَصْرِ)  “demi masa,” (وَ اللَّيْلٍ) “demi waktu malam”, (وَ الفَجْرِ) “demi waktu fajar”, (وَ الصُبْحِ) “demi waktu subuh”, (وَ الضُّحَى) “demi waktu dhuha,  (وَ النَّهَارِ) demi waktu siang”.

Tentu tidaklah Alloh subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan makhluknya melainkan karena agungnya makhluk tersebut. Begitu juga ketika Alloh banyak bersumpah dengan waktu, maka hal tersebut menunjukkan atas keagungan waktu disisi Alloh ta’ala.

Lantas bagaimana agar waktu kita tidak terbuang sia-sia namun setiap menit bahkan setiap detik bernilai ibadah? Insya Alloh penjelasan berikut akan memandu Anda dalam menggunakan waktu agar bernilai ibadah.

6 Cara Agar Waktu Bernilai Ibadah

Paling tidak ada 6 cara untuk menjadikan waktu kita bernilai ibadah.

  1. Niatkan semua aktivitas kita untuk ikhlas beribadah karena Alloh.

Agar waktu kita bernilai ibadah maka jangan sampai lupa meniatkan seluruh aktivitas kita untuk ibadah. Niat inilah yang membedakan antara rutinitas dengan ibadah. Boleh jadi dua orang yang masing-masing beraktivitas di tempat yang sama, waktu bekerja sama, jenis pekerjaannya pun juga sama, namun nilai yang mereka dapatkan di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala terpaut jauh bagaikan langit dan bumi. Semua itu karena salah seorang diantara mereka hanya sekedar menjalankan rutinitas dan yang lainnya meniatkan rutinitasnya untuk ibadah. Pertanyaannya sudahkah aktivitas kita selama ini penuh dengan niat ibadah? Atau sebaliknya aktivitas kita hanya sekedar rutinitas yang kosong dari niat ibadah?

  1. Maksimalkan waktu untuk menunaikan perkara yang wajib dari yang sunnah atau yang mubah.

Waktu di dunia ini sangat cepat dan singkat, sementara kewajiban yang harus kita tunaikan terlampau banyak. Jika kita tidak pandai dalam memilih prioritas pekerjaan, maka akan banyak waktu yang terbuang kurang manfaat.

Oleh karena itu jangan habiskan waktu kita pada hal yang mubah atau yang sunah sementara perkara yang wajib justru terbengkalaikan. Seharusnya kita prioritaskan yang wajib kemudian sunah barulah sesuatu yang mubah. Jangan malah waktu kita habis dalam hal yang mubah atau yang haram sementara keajiban kita telantarkan.

  1. Bersegeralah untuk berpindah ke satu amalan setelah selesai dari sebuah amalan dan jangan ditunda.

Alloh subhanahu wa ta’ala telah mengajarkan sifat rajin dan giat kepada nabi-Nya untuk diteladani oleh umatnya. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan) maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al Insyiroh: 7).

Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk hidup penuh dengan vitalitas. Hidup prima, bergairah dan tidak bermalas-malasan. Alloh ta’ala juga telah mengajarkan apabila kita selesai dari satu pekerjaan maka segeralah untuk berpindah ke aktivitas lain. Jangan ditunda. Sebab betapa banyak penundaan berakhir dengan kegagalan dan penyesalan.

  1. Isilah waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.

Seringkali kita memiliki waktu luang namun justru kita gunakan untuk kegiatan yang tidak berfaidah. Padahal banyak sekali aktivitas positif yang bernilai ibadah. Akhirnya kita sendiri yang merugi.

  1. Hindari perilaku boros terhadap waktu.

Perilaku boros yang seringkali tidak disadari oleh banyak orang termasuk kaum muslimin sendiri adalah boros terhadap waktu. Coba sejenak tanyakan pada diri kita sendiri. Berapa banyak waktu dalam sehari yang benar-benar murni untuk beribadah kepada Alloh? Dan berapa banyak waktu yang kita alokasikan untuk bermain, facebook-kan, nonton tv dan hal-hal yang tak bermanfaat bagi kita? Jika perkara sia-sia lebih banyak mendominasi waktu kita, tentu kita termasuk orang yang boros terhadap waktu kita.

  1. Terus produktif dan berkarya.

Inilah cara cerdas menginvestasikan waktu dalam kehidupan kita. Dengan berkarya dijalan Alloh subhanahu wa ta’ala maka setiap karya kita sebenarnya adalah modal mendapatkan keuntungan pahala berlipat ganda. Semakin banyak dan sering orang membaca, menyampaikan, mengamalkan maka disaat itu pula kita terus meraih kebaikan.  Oleh karena itu teruslah produktif dan berkarya.

Saudaraku yang dirahmati Alloh ta’ala, jika seseorang ataupun keluarga muslim berusaha memperhatikan poin-poin di atas, Insya Alloh waktunya akan lebih bernilai ibadah di sisi Alloh. Wallohu a’lam bishowab.

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05