Menuntut ilmu merupakan salah satu amalan besar dalam Islam. Karena Islam sangat menghargai akan ilmu. Bahkan Alloh subhanahu wa ta’ala sendiri melalui Al-Qur’an menerangkan bahwa orang-orang yang berilmu derajatnya lebih tinggi dibanding orang-orang awam beberapa derajat.

 … يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“… Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Alloh Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu, maka Alloh akan tinggikan derajatnya hingga beberapa derajat. Jelas ini adalah sebuah kemuliaan.

Selain itu, Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam juga sangat menghargai orang-orang yang berilmu. Dalam salah satu sabdanya, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam mengatakan bahwa “Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Abu Dawud)

Seorang ‘alim juga lebih tangguh dari pada seorang ahli ibadah yang sewaktu-waktu bisa tersesat karena kurangnya ilmu. Nabi bersabda: “Keutamaan orang ‘alim atas orang ahli ibadah adalah seperti keutamaan diriku atas orang yang paling rendah diantara sahabatku.” (HR. At-Tirmidzi)

Oleh karena itu, penting untuk kita ketahui apa saja kiat-kiat agar menuntut ilmu bisa lebih bermakna.

1. Meminta Pertolongan Alloh

Manusia itu lemah. Tidak ada daya dan kekuatan baginya kecuali dari Alloh subhanahu wa ta’ala. Apabila dia diserahkan pada dirinya sendiri, maka sungguh dia akan hancur dan binasa. Namun kalau dia menyerahkan segala urusannya kepada Alloh azza wa jalla dan meminta tolong kepada-Nya dalam menuntut ilmu, maka Alloh pasti akan menolongnya. Alloh telah memberikan dorongan untuk berbuat demikian dalam kitab-Nya yang mulia.

Alloh ta’ala berfirman:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah [1]: 4)

Begitupun Rosululloh sholallohu alaihi wasallam menjelaskan dalam sabdanya, “Kalau seandainya kalian bertawakal kepada Alloh dengan sebenar-benarnya, niscaya Alloh akan memberikan rizki kepada kalian, sebagaimana Dia memberi rizki kepada burung, yakni burung tersebut berangkat pagi dalam keadaan lapar, pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Bukhori – Muslim)

2. Niat yang Ikhlas Karena Alloh

Seseorang haruslah menghikhlaskan niat karena Alloh ta’ala dalam menuntut ilmu. Bukan menginginkan didengar (orang lain) atau pun ingin terkenal, tidak pula karena kepentingan-kepentingan duniawi. Barangsiapa yang menjadikan niatnya hanya karena Alloh subhanahu wa ta’ala, maka Alloh akan memberikan taufiq padanya serta memberikan pahala atas amalannya tersebut. Karena menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan termasuk ibadah yang terbesar.

Oleh karenanya, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa memanjatkan do’a agar ditetapkan dalam agama Alloh.

“Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkan hatiku diatas din-Mu (Islam) ini.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

3. Serius dan Tidak Main-main

Menuntut ilmu haruslah dikerjakan dengan serius. Karena jika usaha kita maksimal, maka hasilnya pun akan maksimal.

Menuntut ilmu merupakan salah satu yang ditekankan dalam ajaran Islam.

“Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Jika kita resapi hadits di atas, maka konsekuensinya adalah keseriusan dan kemaksimalan yang kita kerahkan untuk menuntut ilmu. Berusaha semaksimal mungkin mencari ilmu kepada ahlinya, belajarlah al-Qur’an kepada qurra’ (ahli baca al-Qur’an), belajar tafsir kepada mufassir (ahli tafsir), belajar hadits kepada ahli hadits, belajar fiqih kepada para fuqoha’ dan seterusnya. Jika tidak ditemukan pakar yang ahli dalam masing-masing bidang, maka carilah seorang yang benar-benar kibar (senior) dalam ilmu agama secara umum, sebagai bekal dasar dalam menuntut ilmu. Adapun jika ingin mempelajari ilmu secara lebih luas dan mendalam, maka harus kepada orang yang ahli di bidangnya.

Imam Malik rohimahulloh berkata, “Setiap ilmu harus ditanyakan kepada ahlinya.” (Barnamij ‘amali lilmutafaqqihin, Dr. Abdul Aziz al-Qori’ hal 46, 48). Di dalam kitab “Hilyah Tholib al-‘Ilm,” karangn Dr. Syaikh Bakar Abu Zaid disebutkan, “Barang siapa yang memasuki (mempelajari) ilmu tanpa syaikh (guru), maka dia akan keluar dengan tanpa membawa ilmu.” Dikatakan pula, “Barang siapa memasuki suatu ilmu sendirian, maka akan keluar sendirian pula.”

4. Menjaga Ilmu

Terus berusaha menjaga ilmu tersebut dari waktu ke waktu, karena tanpa adanya penjagaan terhadapnya, maka ilmu tersebut akan hilang atau terlupakan. Diriwayatkan dari Ibnu Umar rohimahulloh, bahwasanya Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan penghafal Al-Qur’an adalah seperti pemilik unta yang terikat. Jika dia terus menjaganya, maka unta tersebut akan tetap dia miliki, namun jika dia melepaskannya, maka unta itu akan pergi.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Al Imam Ibnu Abdil Barr tatkala mengomentari hadits ini beliau mengatakan, “Apabila al-Qur’an yang dimudahkan untuk diingat akan hilang jika tidak dijaga, maka bagaimana pendapatmu tentang ilmu-ilmu lainnya yang harus dijaga?”

Tidak diragukan lagi tentunya ilmu-ilmu, selain al-Qur’an tersebut jika tidak dijaga, maka akan cepat hilang atau terlupakan.

5. Menjaga Hati

Hati merupakan wadah bagi ilmu, apabila wadah tersebut bagus, maka bisa melindungi dan menjaga sesuatu yang ada di dalamnya. Namun apabila wadahnya rusak, maka sesuatu yang ada di dalamnya bisa hilang.

Jagalah hati agar jangan seperti spon (busa) atau bunga karang, yang menyerap cairan apa saja yang ada, tanpa memilih dan memilah antara yang satu dengan yang lain.

Wallohu a’lam.


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05