Oleh: Abu Azzam Hawari, Lc, M.E.I

Bakat adalah pemberian Alloh subhanahu wa ta’ala kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Seseorang mampu bekerja maksimal dan optimal, biasanya ketika ia bekerja sesuai dengan bakatnya. Di dalam KBBI, bakat diartikan dengan dasar kepandaian, sifat, dan pembawaan yang dibawa manusia sejak lahir. Dari pengertian tersebut bakat memang mengarah kepada hal positif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hal itu karena seluruh manusia pada dasarnya dilahirkan dalam kondisi fitroh. Adapun munculnya penyimpangan dalam bakat, sifat, pembawaan dan perilaku manusia, tidak lain disebabkan karena faktor kebodohan, hawa nafsu dan tipu daya setan.

KETIKA BAKAT MENJADI AJANG MAKSIAT

Terlalu banyak orang yang salah bahkan tersesat dalam membina bakat-kecuali mereka yang dirahmati Alloh ta’ala. Bersusah payah mereka menempa, memacu dan mencambuki dirinya demi menggeluti bakat yang ia punyai. Namun sayangnya bakat tersebut bukanlah bakat yang bermanfaat. Tidak ada manfaatnya karena melanggar aturan syariat.

Bukankah kita sering melihat atau mendengar bagaimana para penyanyi setiap hari berkoar-koar hingga suaranya habis demi menyanyikan lagu-lagu haram? Bukankah para penari, gitaris, drummer, artis, foto model, pelawak bercucuran keringat saat latihan demi menempa bakat yang sebenarnya syariat mencelanya? Atau para binaragawan/wati yang sertiap pagi dan sore kecapekan fitness hanya demi pamer otot dan membuka aurot?

Ironinya banyak orang yang tidak paham bahwa bakat-bakat tersebut ternyata melanggar syariat. Mereka bergelut dan bergulat dengan bakat haram yang sebenarnya menyeret mereka kepada laknat Alloh.

JAUHI “BAKAT-BAKAT” YANG MELANGGAR ATURAN SYARIAT

Seringkali kita miris melihat banyak manusia bergelut dengan aktivitas haram tanpa ia sadari. Hari ini profesi yang dicela syariat justru banyak digeluti orang menjadi bakat. Padahal tidak semua yang dikategorikan “bakat” boleh digeluti atau ditekuni. Ada beberapa bakat yang diharamkan di dalam syariat. Diantaranya sebagai berikuti:

 

Pelukis dan pemahat gambar dan patung makhluk bernyawa.

Banyak para pelukis terkenal, beromzet jutaan, dikagumi banyak orang namun sayangnya ia pelukis makhluk bernyawa. Padahal nabi  bersabda:

“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Alloh pada hari kiamat adalah para penggambar (makhluk bernyawa).” (HR. Al-Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109)

Oleh karena itu, jika Anda memang punya bakat melukis, maka jauhilah melukis gambar makhluk bernyawa meskipun besar keuntungan dunia yang tampak di depan mata Anda.

Pelawak

Melawak juga dikategorikan sebagai “bakat” yang digeluti banyak orang. Selain laris di pasaran, melawak disukai berbagai kalangan. Dari Bahz bin Hakim, bahwa bapaknya telah bercerita kepadanya dari kakeknya, ia berkata, aku telah mendengar Rasululloh  bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara dengan satu pembicaraan agar menjadikan bahan tertawaan suatu kaum, maka ia berdusta, celakalah baginya, celakalah baginya.” (HR At-Tirmidzi, hadits hasan).

Musikus

Menjadi musikus baik penyanyi, gitaris, drummer atau berkaitan dengan dunia musik lainnnya juga digandrungi banyak orang. Mereka rutin berlatih, uji mental menjadi pengamen jalanan, atau manggung di beragam festival meski tanpa bayaran. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Alloh tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Alloh itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.” (QS. Luqman: 6-7)

Ibnu Mas’ud  ditanya mengenai tafsir ayat tersebut, lantas beliau  berkata:

Yang dimaksud adalah nyanyian, demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia.” Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali. (Jami’ul Bayan fii Ta’wilil Qur’an, Ibnu Jarir Ath Thobari)

Imam Asy Syaukani dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Lahwal hadits  adalah segala sesuatu yang melalaikan seseorang dari berbuat baik. Hal itu bisa berupa nyanyian, permainan, cerita-cerita bohong dan setiap kemungkaran.” Lalu beliau menukil perkataan Al Qurthubi  yang mengatakan bahwa tafsiran yang paling bagus untuk makna lahwal hadits adalah nyanyian. Inilah pendapat para sahabat dan tabi’in.(Fathul Qadir, Asy Syaukani)

Nabi sholallohu alaihi wasallam juga bersabda: “Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Alloh mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Alloh mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.” (HR. Bukhori)

Hadits di atas dinilai shahih oleh banyak ulama, di antaranya adalah: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Istiqomah (1/294) dan Ibnul Qoyyim dalam Ighatsatul Lahfan (1/259). Penilaian yang sama juga dipilih oleh Imam NawawiIbnu Rajab Al HambaliIbnu Hajar dan Asy Syaukani

Foto model dan penari

Menjadi foto model dan penari juga banyak digandrungi banyak orang terutama kawula muda. Bahkan banyak event yang digelar untuk mencari pemuda dan pemudi yang berbakat menjadi foto model dan penari. Padahal nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

BINALAH BAKAT UNTUK KEBAHAGIAAN DUNIA-AKHIRAT  

Terlalu banyak orang yang disebabkan “bakat” meluncur ke lorong-lorong gelap kehidupan. Meski hidupnya bergelimang dengan harta, mendapatkan tepukan tangan dan acungan jempol namun semua itu tidak menjadikan dirinya bahagia. Ketika di panggung mereka memang pintar menghibur. Namun setelah itu justru hati mereka sendiri yang sering galau, sedih dan frustasi.

Perilaku maksiat tersebut sebenarnya bukanlah bakat meski banyak orang menyebutnya sebagai bakat. Bakat adalah karunia bukanlah petaka. Temukanlah bakat sejati Anda di jalan Alloh subhanahu wa ta’ala  Binalah dia. Kembangkanlah dia. Pacu dan lejitkan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Wallahu ta’ala a’lam.

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05