Hamba Allah di Tigaraksa Tangerang – Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh. Pak Ustadz, saya mau tanya apakah ada orangtua yang durhaka terhadap anaknya dan bagaimana cara memaafkan orang tua tersebut?

Bentuk kedurhakaan orang tua kepada anaknya adalah jika ia lalai akan kewajibannya sebagai orang tua. Ketika Allah mewajibkan kepada anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, seperti dalam firman Allah berikut:

وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا

“Dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya…” (Q.S. Al-Ahqaf: 15) Dan disebutkan juga dalam ayat yang lainnya;

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Robbmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapak…”. (Q.S. Al-Isra’: 23)

Demikian juga dengan hadits Rasulullah , sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah , ia berkata: Seorang pria datang menghadap Rasulullah dan bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أَبُوكَ

“Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?”. Beliau menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?”. beliau menjawab: “ibumu”. Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “ibumu”. Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “Ayahmu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Di sisi lain Allah juga mewajibkan kedua orang tua untuk berlaku baik kepada anak atau keturunannya. Diantara kewajiban orang tua kepada anaknya: Mendidiknya dengan pendidikan Islam, mengajarkan Al-Quran, memerintahkan shalat, memberikan nama yang baik, berlaku adil kepada anak-anaknya, memberi nafkah yang layak, mencarikan calon isteri yang shalihah atau calon suami yang shalih, mengajarkan prilaku yang baik dan lain sebagainya, memerintahkan putrinya menutup auratnya dan memelihara keluarganya dari segala sesuatu yang akan menggiring mereka ke pintu nereka.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang Mukmin, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari azab api nereka…” (At-Tahrim; 6).

Masih banyak lagi kewajiban orang tua kepada anaknya dan bila orang tua melalaikan kewajiban-kewajiban tersebut maka dia bisa termasuk orang tua yang durhaka kepada anaknya. Bila seorang anak memiliki orang tua yang melalaikan kewajiban kepada anaknya, maka dia tetap wajib berbuat baik kepada orang tuanya, wajib menasihatinya dengan cara yang sopan, ramah dan santun, tidak menyakitinya dengan kata-kata maupun perbuatan, terus sabar dan berdoa kepada Allah agar dibukakan pintu hidayah untuknya. Allahu a’lam.

%d bloggers like this: