Dari Ummu Balqis di Ciherang,

Doa apa saja yang harus kita baca ketika ziarah kubur? Dan bagaimana tata cara ziarah kubur? Apakah harus melepas sendal seperti yang pernah saya baca di salah satu hadist Rosulalloh? Jazakalloh atas jawabannya pa ustadz.

Jawaban;

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat memahaminya dalam adab ziarah kubur karena semua yang ditanyakan oleh penanya berkaitan dengan adab ziarah kubur.

Ziarah kubur merupakan satu ibadah yang harus dilakukan sesuai dengan tuntunan syari’at. Adapun adab-adab Islami dalam ziarah kubur adalah:

Pertama: Hendaknya mengingat tujuan utama berziarah

sebagaimana dijelaskan dalam kitab Subulus Salaam dari sebuah hadits Ibnu Mas’ud (yang artinya): “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”.  Jadi jika tujuan ini tidak tercapai, maka ziarah tersebut bukanlah ziarah yang diinginkan secara syari’at”

Kedua: Tidak boleh melakukan safar untuk berziarah

Dari Abu Hurairah rodhiallohu anhu Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda;

“Janganlah melakukan perjalanan jauh dalam rangka ibadah kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rosul sholallohu alaihi wasallam (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha” (Muttafaqun ‘alaihi)

Ketiga: Mengucapkan salam ketika masuk kompleks pekuburan muslimin

Dari Buroidhoh rodhiallohu anhu, dahulu Rosululloh sholallohu alaihi wasallam mengajarkan para shahabat  jika mereka keluar menuju pekuburan agar mengucapkan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Alloh merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Alloh akan menyusul kalian, kami memohon kepada Alloh keselamatan bagi kami dan bagi kalian” (HR. Muslim)

Keempat: Tidak memakai sandal ketika memasuki pekuburan

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, An Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad bahwa “Ketika Rosululloh sholallohu alaihi wasallam sedang berjalan, tiba-tiba beliau melihat seseorang sedang berjalan diantara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rosululloh bersabda,

“Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!” Lalu orang tersebut melihat (orang yang meneriakinya). Tatkala ia mengenali (kalau orang itu adalah) Rosululloh sholallohu alaihi wasallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya”.

Kelima: Tidak duduk di atas kuburan dan menginjaknya

Dari Abu Huroiroh rodhiallohu anhu , beliau berkata: Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda,

“Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur” (HR. Muslim)

Keenam: Tidak mengucapkan al hujr

Imam An Nawawi rohimahulloh menerangkan bahwa al hujr adalah ucapan yang bathil. Ahkaamul Janaa-iz dijelaskan  bahwa: “Tidaklah samar lagi bahwa apa yang orang-orang awam lakukan ketika berziarah semisal berdo’a pada mayit, beristighotsah kepadanya, dan meminta sesuatu kepada Alloh dengan perantaranya, adalah termasuk al hujr yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar. Maka wajib bagi para ulama untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum Alloh dalam hal itu. Dan memahamkan mereka tentang ziarah yang disyari’atkan dan tujuan syar’i dari ziarah tersebut”.

Wallohu a’alam.

 

Dijawab oleh Tim Lajnah Radio Fajri


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05