Di antara etika atau adab-adab terhadap Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah:

Yang pertama adalah, taat kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, mengikuti jejaknya, dan meniti jalannya.

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa kita diperintahkan oleh Allah untuk menaati perintah dan larangan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Dan untuk merealisasikan hal tersebut tidak ada jalan lain kecuali kita harus mengikuti jejaknya. Sehingga kita dapat mengetahui apa yang menjadi perintah dan larangan beliau.

Adab yang selanjutnya adalah, Cinta kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, hormat kepadanya, dan pengagungan kepadanya harus didahulukan daripada cinta kepada orang lain, hormat kepada yang lain, dan pengagungan kepada yang lain, siapa pun orangnya.

Hal ini adalah sebagaimana sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim. Beliau bersabda,

“Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, salah seorang dari kalian tidak beriman hingga aku lebih dicintai daripada anaknya, ayahnya, dan seluruh manusia”. (HR. Bukhari & Muslim)

Sehingga , dari kecintaan kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam yang melebih kecintaan terhadap anak, ayah dan lainnya, akan melahirkan ketaatan yang tidak akan terpengaruh sama sekali oleh anak, ayah atau orang-orang yang terdekat lainnya.

Kemudian, adab yang selanjutnya adalah, Mencintai siapa saja yang dicintai Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, memusuhi siapa saja yang dimusuhi beliau, ridha dengan apa saja yang diridhoinya, dan marah kepada apa yang beliau marah terhadapnya.

Demikianlah di antara konsekuensi dari pengakuan cinta kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Karena tidak mungkin orang yang mencintai beliau, akan mencintai pula apa yang beliau benci,atau loyal terhadap musuh-musuh beliau, serta hal lainnya yang bertentangan.

Kemudian adab yang keempat adalah, mengagungkan nama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, menghormatinya ketika namanya disebutkan, mengucapkan shalawat dan salam untuknya, dan menghormati seluruh kelebihannya.

Selanjutnya adab yang kelima adalah, membenarkan apa yang dijelaskan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tentang persoalan dunia, dan masalah-masalah ghaib di kehidupan dunia atau kehidupan akhirat.

Adab yang keenam, Menghidupkan sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, memenangkan syariatnya, menyampaikan dakwahnya, dan melaksanakan wasiat-wasiatnya.

Adab yang ketujuh adalah, Merendahkan suara di kuburannya, dan di masjidnya bagi orang yang mendapatkan kehormatan bisa menziarahi kuburannya.

Dan adab yang kedelapan adalah, Mencintai orang-orang shalih, loyal kepada mereka karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mencintai mereka, marah kepada orang-orang fasik, dan memusuhi mereka, karena kemarahan beliau terhadap mereka.

Inilah di antara adab-adab terhadap Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Setiap Muslim harus berusaha keras melaksanakan adab-adab tersebut dengan sempurna dan menjaganya dengan sempurna pula, karena kesempurnaan dirinya sangat terkait dengan pelaksanaan etika tersebut dan kebahagiannya sangat tergantung kepadanya.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar Dia memberi bimbingan kepada kita, sehingga kita dapat beretika terhadap Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Menjadikan kita sebagai pengikut-pengikutnya, pembela-pembelanya, dan semoga kita diberi karunia berupa ketaatan kepadanya, serta mendapatkan syafa’atnya. Amin. Wallahu a’lam.

[Selesai]

Artikel berseri: