Berikut ini adalah adab-adab berbakti kepada kedua orang tua, baik semasa hidupnya atau sepeninggal mereka, sesuai dengan petunjuk Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Adapun adab-adab atau hak-hak yang wajib dipenuhi, ketika orang tua kita masih dalam keadaan hidup adalah;

Pertama. Menaati mereka selama tidak mendurhakai Allah subhanahu wa ta’ala.

Mentaati kedua orang tua hukumnya wajib atas setiap muslim, sedang mendurhakai keduanya merupakan perbuatan yang diharamkan, kecuali jika mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah Ta’ala atau berbuat syirik, atau menyuruh bermaksiat kepada-Nya. Hal ini dijelaskan oleh Allah Ta’ala di surat.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”. (QS. Luqman: 15)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa bagaimanapun keadaan orang tua kita, kita diwajibkan oleh Allah untuk taat dan berbakti kepada mereka, selama bukan merupakan perkara maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda.

“Tidak ada ketaatan untuk mendurhakai Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam melakukan kebaikan”. (HR Al-Bukhari)

Walaupun kedua orang tua kita termasuk orang-orang kafir bahkan mereka memaksa kita untuk menyekutukan Allah, akan tetapi Allah tetap memerintahkan kita untuk memperlakukan mereka dengan baik.

Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”.

Adab yang kedua, Tidak memanggil orang tua kita dengan namanya, ataupun kita duduk sebelum orang tua kita duduk, dan kita tidak boleh berjalan di depan kedua orang tua kita.

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Abu Hurairah melihat dua orang laki-laki, lalu dia berkata kepada salah satunya, “Apa hubungannya dengan kamu?, Orang itu menjawab, “Dia bapakku,” Lalu Abu Hurairah berkata, “Janganlah engkau memanggilnya dengan namanya, janganlah engkau berjalan di depannya, dan janganlah engkau duduk sebelumnya”.

Kemudian adab yang ketiga adalah Berbakti dan merendahkan diri di hadapan kedua orang tua.

Allah Ta’ala berfirman:

“…dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Israa’: 23-24)

Dalam ayat ini dijelasakan bahwa salah satu bentuk bakti kita terhadap kedua orang tua adalah dengan menjauhkan ucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti mereka, walaupun berupa isyarat atau dengan ucapan ‘ah’, dan tidak mengeraskan suara melebihi suara mereka. kita harus merendahkan diri dihadapan kedua orang tua dengan cara mendahulukan segala urusan mereka, dan bersikap rendah diri dihadapan mereka.

Kita tidak boleh sombong apabila sudah meraih kesuksesan atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semua kebutuhan kita.

Seandainya kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap ringan dan bahkan bisa merendahkan martabat kita dihadapan manusia, yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau jabatan kita, akan tetapi pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang haram…, maka wajib bagi kita untuk tetap mematuhi perintah keduanya. Lakukan dengan senang hati, karena hal tersebut tidak akan menurunkan derajat kita. Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik selagi keduanya masih hidup.

Adab selanjutnya adalah Berbicara dengan lemah lembut di hadapan mereka.

Jelaslah bagi kita untuk berbicara kepada kedua orang tua dengan penuh kelembutan dan tidak boleh berkata dengan kata-kata yang menyakiti, menghardik, serta tidak mengangkat suara yang tinggi kepada keduanya.

Kita harus bisa membedakan antara berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara dengan anak, teman atau dengan yang lain.

Kita harus berbicara kepada kedua orang tua dengan perkataan yang mulia. kita tidak boleh mengucapkan ‘ah’ apalagi mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orang tua.

Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya berbuat jahat kepada kita, Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua, atau orang tua memukul kita, atau keduanya belum memenuhi apa yang kita minta seperti misalnya biaya sekolah, kita tetap tidak boleh durhaka kepada keduanya.

Mengenai hal ini, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka,  dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

Jelas sekali bagi kita bahwa mengatakan “ah” saja terhadap orang tua merupakan perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, apalagi sampai membentak dan menghardik orang tua.

Kemudian adab berikutnya adalah Menyediakan makanan untuk mereka .

Menyediakan makanan untuk kedua orang tua termasuk bentuk bakti kita kepada mereka, terutama jika hal tersebut merupakan hasil jerih payah kita sendiri. apalagi jika kondisi kedua orang tua kita sudah renta. Memang sudah selayaknya, kita menyediakan makanan dan minuman yang terbaik untuk kedua orang tua kita, dan bahkan kita harus lebih mendahulukan mereka berdua dari pada diri kita, anak kita, dan istri kita.

Adab selanjutnya adalah Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lainnya.

Izin kepada orang tua diperlukan untuk jihad yang belum ditentukan. Dalam sebuah hadits riwayat imam al-Bukhari dan imam Muslim, dikisahkan bahwa ada Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah apakah aku boleh ikut berjihad?”, Beliau balik bertanya, ‘Apakah kamu masih mempunyai kedua orang tua?’, Laki-laki tersebut menjawab, ‘Masih’. Beliau bersabda, ‘Berjihadlah dengan cara berbakti kepada keduanya”.

Dalam riwayat lain diceritakan, ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan berkata: “Aku datang membai’atmu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku yang menangisi kepergianku”, maka Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: “pulanglah dan buatlah mereka tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis”.

Dan masih banyak hadits yang semakna dengan hadits tersebut.

Berdasarkan dua hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna dengannya, kita dianjurkan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tua kita sebelum bepergian atau berjihad di medan pertempuran, dan jika orang tua kita tidak mengizinkan, maka kita harus mengikuti keinginan mereka, dan perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya.

Adab yang selanjutnya adalah Memberikan harta kepada orang tua sebesar yang mereka inginkan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Beliau pernah bersabda kepada seorang laki-laki ketika ia berkata, “Ayahku ingin mengambil hartaku”. Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu”.

Oleh sebab itu, kita dilarang untuk bersikap bakhil atau kikir terhadap kedua orang tua kita, karena jasa mereka kepada kita sangat besar, seperti memelihara kita ketika kecil dan memenuhi kebutuhan kita, dan kedua orang tua kita pun telah berbuat baik kepada kita.

Dan perlu kita ingat bahwa  pada hakikatnya semua harta kita adalah milik orang tua. Karenanya berikanlah harta itu kepada kedua orang tua, baik ketika mereka minta ataupun tidak.

Itulah beberapa Adab terhadap kedua orang tua ketika mereka masih hidup, dan masih ada adab-adab lain yang berkaitan dengan berbakti terhadap kedua orang tua, baik dalam keadaan mereka masih hidup atau ketika mereka sudah meninggal. Insya Allah akan kita lanjutkan adab-adab tersebut pada edisi berikutnya. Semoga bermanfaat.

Artikel berseri: