Oleh: Arifin, S.H.I

Silaturahim adalah menyambung tali kekerabatan, baik yang mahrom ataupun bukan mahrom. Silaturahim merupakan ibadah mulia lagi bertaburan pahala. Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahim. Siapa saja yang mewujudkan tali silaturahim, sungguh ia sangat beruntung. Surga yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan abadi menjadi balasannya.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, lakukan silaturrahim, dan sholatlah ketika orang lain tidur malam, maka engkau akan masuk ke surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)

Sebaliknya, siapa saja yang memutuskan tali silaturahim, sungguh ia sangat merugi. Neraka penuh dengan kesengsaraan dan kengerian menjadi tempat tinggalnya.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus tali silaturahim.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Agar silaturahim yang kita wujudkan memperoleh faidah dan manfaat yang besar, alangkah baiknya kita memperhatikan beberapa adab berikut ini:

  1. Niatkan karena Alloh.

Tujuan silaturahim yang benar adalah mengharapkan pahala dari Alloh subhanahu wa ta’ala semata. Bukan karena kerabat berharta atau memiliki jabatan tinggi. Betapa banyak orang yang senang mengunjungi kerabatnya karena ia kaya raya. Tujuan orang itu semata-mata hanya menginginkan harta dari kerabatnya. Maka tatkala kerabatnya jatuh miskin, ia tak lagi mengunjunginya. Siapa saja yang bersilaturahim ke kerabatnya karena Alloh subhanahu wa ta’ala, niscaya Dia akan mencintainya.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Ada seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di kota lain, maka Alloh mengutus malaikat di perjalanannya, ketika malaikat itu bertemu dengannya, malaikat itu bertanya “Hendak ke mana engkau ?” Maka dia pun berkata, “Aku ingin mengunjungi saudaraku yang tinggal di kota ini”. Maka malaikat itu kembali bertanya, “Apakah engkau memiliki suatu kepentingan yang menguntungkanmu dengannya ?” orang itu pun menjawab “Tidak, hanya saja aku mengunjunginya karena aku mencintainya karena Alloh”, Malaikat itu pun berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan Alloh untuk mengabarkan kepadamu bahwa sesungguhnya Alloh mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu itu karena-Nya.” (HR. Muslim)

  1. Menjaga aturan-aturan Islami.

Orang yang bersilaturahim kepada kerabatnya, hendaknya menjaga aturan-aturan Islam. Kaum wanita hendaknya menjaga aurat, tidak melembutkan suara, tidak berdua-duaan dan berjabat tangan dengan kerabat lelaki yang bukan mahromnya. Kaum lelakipun hendaknya menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.

  1. Merenungi keutamaan silaturahim.

Salah satu hal yang mampu membangkitkan jiwa untuk senantiasa bersilaturahim adalah merenungi pahala yang disediakan Alloh ta’ala.  Pada saat kita malas untuk mengunjungi kerabat, hendaklah mengingat hadits tentang keutamaannya.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang mengunjungi orang sakit atau saudaranya seiman, maka ia diseru oleh malaikat: Engkau adalah orang baik dan baik pula perjalananmu dan Alloh telah menyiapkan bagimu rumah di surga.” (HR. Tirmidzi)

  1. Hendaknya yang muda mengunjungi yang lebih tua.

Orang yang sudah tua biasanya terasa asing dan kesepian. Oleh karena itu, bila ada kerabat yang mengunjunginya, ia merasa sangat gembira dan bahagia. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Hibban di dalam kitab shohihnya bahwa ketika Rosululloh sholallohu alaihi wasallam sampai di Kota Makkah, kemudian beliau memasuki masjid. Abu Bakar bersama ayahandanya mendatangi beliau sholallohu alaihi wasallam. Tatkala beliau sholallohu alaihi wasallam melihat ayahanda Abu Bakar, Beliau sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Kenapa engkau tidak tinggalkan ayahandamu di rumahnya, lalu akulah yang seharusnya mendatanginya.

Doa merupakan sarana silaturahim yang paling kokoh, kuat dan penting. Banyak diantara kita yang lupa dan lalai mendoakan kerabat kita agar dia memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan. Padahal doa seorang Muslim diperuntukkan saudara sesama Muslim yang lain tanpa sepengetahuannya, baik untuk kerabat maupun bukan dikabulkan.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Doa seorang Muslim kepada saudara Muslim lain tanpa sepengetahuannya mustajab”. (HR. Muslim).

Sungguh orang yang senantiasa berdoa kepada Alloh azza wa jalla memiliki banyak kebaikan dan dia tidak akan merugi dengan doa yang senantiasa diucapkannya.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seseorang yang berdoa kepada Alloh dengan doa yang tidak mengandung dosa, atau memutus silaturahim, kecuali Alloh akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal berikut, yaitu (1) dikabulkan doanya; (2) disimpan untuk-nya kebaikan yang serupa; atau (3) dihilangkan keburukan darinya. Maka para sahabat berkata, “Ya Rosululloh, kalau begitu kami akan memperbanyak doa”. Beliaupun menimpali:, “Alloh pun (akan memberi) lebih banyak lagi!” (HR. Ahmad)

Marilah kita jalin tali silaturahim antar kerabat kita. Kita optimalkan berbagai sarana silaturahim sesuai dengan kemampuan kita. Memberi hadiah, membantu, mengunjungi, menjenguk, atau mendoakan kerabat kita. Semoga Alloh ta’ala membalas kita dengan surga-Nya. Wallohu ta’ala a’lam…

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05