BANGUI, – Lebih dari 15.000 warga sipil di Republik Afrika Tengah (CAR) menghadapi risiko akut karena mereka dikelilingi dan terancam oleh kelompok-kelompok bersenjata. Demikian sebagaimana dilaporkan dalam sebuah pernyataan dari badan anak-anak PBB (UNHCR), pada hari Selasa.

juru bicara UNICEF, Adrian Edwards, sebagaimana dilansir worldbulletin mengatakan bahwa “Di Republik Afrika Tengah, berdasarkan pemantauan oleh Tim Perlindungan  UNHCR lebih dari 15.000 orang di 18 lokasi di barat laut dan barat daya negara tersebut saat ini dikelilingi dan terancam oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Ia menambahkan bahwa Populasi ini beresiko sangat tinggi mendapat serangan dan sangat membutuhkan keamanan yang lebih baik.

Edwards mengatakan bahwa meskipun kekerasan telah menyasar semua masyarakat di CAR, sebagian besar orang yang terjebak adalah Muslim di bawah ancaman dari milisi teroris Kristen anti-Balaka.

Penargetan populasi berdasarkan agama mereka telah terjadi sejak September tahun lalu, dan terutama menyasar masyarakat Muslim.

Sejak Desember 2012, kekerasan dan ketidakstabilan telah memaksa hampir satu juta orang mengungsi dalam Afrika Tengah dan negara tetangga seperti Kamerun, Chad, Republik Demokratik Kongo dan Republik Kongo.(muslimdaily.net)