Oleh: Hawari, Lc., M.E.I.

Muslimah Sejati adalah sosok mulia di saat jutaan wanita terhina di dalam kubangan hawa dan angkara. Ketika para wanita berbangga mengumbar syahwatnya, ia tampil memesona dengan syariat jilbab-Nya. Ia adalah anugerah ilahi bagi seluruh wanita di bumi ini. Perangainya adalah akhlak wanita-wanita teladan yang menjaga kehormatan. Pribadinyapun pancaran indah dari beningnya sabda junjungan. Dan jiwa-jiwanya adalah jiwa pendidik dai teladan dan mujahid militan.

Sungguh sangat banyak sekali para wanita yang mengaku dirinya sebagai muslimah sejati. Akan tetapi, realitanya banyak yang hanya klaim belaka. Sedikit sekali seorang muslimah yang mampu meraih prestasi gemilang sebagai Muslimah sejati. Hal tersebut karena muslimah sejati memiliki kriteria dan karakteristik tersendiri yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya. Pengakuan sebagai muslimah sejati tanpa adanya kriteria di bawah ini, hanyalah omong kosong dan isapan jempol belaka. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Iman yang dalam terhadap semua yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.

Keimanan yang dalam terhadap apa saja yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya adalah kriteria utama muslimah sejati. Keimanan inilah yang meneguhkan hati muslimah tegar menghadapi ujian. Sebut saja Sumayyah. Keimannnya yang menghujam menjadikan ia perkasa ketika menghadapi ujian yang sangat berat. Pahitnya ujian ternyata melebur dengan manisnya iman yang bersemayam dalam dadanya. Tanpa adanya iman yang dalam ini tidak mungkin seorang wanita menjadi muslimah sejati.

  1. Tunduk dan patuh terhadap segala perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-larangan keduanya.

Banyak wanita yang mengaku muslimah namun tidak tunduk dan patuh dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Mereka hidup dengan hawa nafsunya dalam berpakaian, bergaul, dan bekerja. Ia tidak rela diatur dengan hukum Allah subhanahu wa ta’ala, namun justru bangga diatur oleh setan dan hawa nafsu-Nya. Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. al-Ahzab [33]: 36)   

Ketundukan terhadap perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya tersebut merupakan kriteria besar muslimah sejati.

  1. Berakhlak dan berkepribadian islami dengan mencontoh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, istri-istri Nabi shalallahu alaihi wasallam dan para shohabiyah yang mulia.

Mencontoh Nabi, istri-istrinya serta para shohabiyyah yang mulia merupakan kewajiban seorang muslimah. Sayangnya hari ini banyak muslimah –kecuali yang dirahmati Allah– justru bangga mengikuti trend para artis. Mulai dari gaya rambut, baju, perangai bahkan pergaulan meniru mereka. Akhirnya, rasa malu merekapun pudar dan harga diri mereka menjadi murah. Ya, murah karena diobral kepada siapa saja yang menginginkannya.

  1. Beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan berittiba’ kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam .

Kriteria ini adalah cerminan lurusnya akidah seorang muslimah sejati. Ia hanya beribadah kepada Allah  dan selalu menjauhi kesyirikan. Bahkan, tata cara beribadah mereka hanya merujuk pada sunah Nabi shalallahu alaihi wasallam sehingga terhindar dari perkara yang bid’ah.

  1. Sabar dan berjiwa tegar; Syukur dan tidak kufur.

Sabar dan syukur adalah hiasan muslimah sejati. Dengan sarana itulah ia akan menjadi hamba yang qonaah terhadap takdir Allah. Muslimah yang sabar dan syukur akan menjadi sosok mulia di sisi Allah apalagi di sisi manusia. Sabar dan syukur ini ibarat dua sayap yang dengannya seseorang terbang bebas menuju keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala.

  1. Tawazun (proporsional dan profesional) dalam segala urusannya.

Muslimah sejati adalah sosok yang tawazun dalam segala urusannya. Di samping perannya sebagai pendidik anak ia juga harus mengatur waktu dan pekerjaan melayani suaminya. Terkadang pula ia pun harus berbagi waktu untuk menambah amalan sholih lainnya. Ia tidak membentur-benturkan tugas dan kewajibannya. Segalanya ia manage dengan sangat tawazun.

  1. Rajin dan semangat tolabul ilmi(menuntut ilmu).

Seorang muslimah sejati selalu rajin dan semangat dalam menuntut ilmu. Meskipun ia telah berkeluarga bahkan mampu meraih gelar tinggi (dalam bidang akademik misalnya) namun tetap haus dengan ilmu dari siapa saja yang menyampaikannya. Menuntut ilmu dan mendapatkan pendidikan bukanlah khusus bagi seorang muslim saja. Bahkan, di dalam islam kaum muslimah diwajibkan belajar seumur hidup bukan hanya wajib belajar sampai SMA atau sederajat. Selain itu, hendaknya menuntut ilmu menjadi hobi yang membuat muslimah benar-benar “kecanduan” ketika meninggalkannya.

  1. Taat kepada suami dan orang tua.

Taat kepada orang tua merupakan kriteria muslimah sejati. Namun, bagi muslimah yang sudah berumah tangga, ketaatan pertama adalah ketaatan kepada suami kemudian baru orang tua. Taat kepada orang tua biasanya lebih mudah dilakukan seorang istri karena memang orang tualah yang membesarkan dan mendidiknya dari kecil. Akan tetapi, taat kepada suami terkadang membutuhkan kerja keras bagi seorang muslimah. Namun, demikian balasannya pun juga besar yaitu surga Allah  yang sangat luas dan indah.

  1. Gemar berdakwah dan bersedekah.

Dakwah bukan hanya kewajiban para lelaki saja, namun ia juga tugas besar yang harus diemban di pundak kaum muslimah juga semampu mereka. Hal tersebut disebabkan banyak sektor kehidupan yang memang lebih tepat ditangani langsung oleh muslimah karena kekhususannya. Oleh karena itu, peran dakwah dalam sektor tersebut sangatlah urgen. Selain berdakwah ia pun tak lupa gemar bersedekah. Semua itu karena ia sangat faham bahwa sedekah merupakan bukti keimanan sekaligus sebagai jalan masuk surga.

  1. Selalu Menjaga iffah(kesucian diri).

Kesucian diri adalah mutiara berharga bagi setiap wanita. Tidak ada yang paling pandai dalam menjaga kesucian diri selain wanita muslimah. Menjaga kesucian diri bukan hanya sebatas menjaga diri yang penting tidak sampai berzina saja. Menjauhkan diri dari ikhtilath, pacaran, cattingfacebook an yang tak berguna dengan lawan jenis pun bagian dari menjaga kesucian diri. Inilah yang seringkali dilupakan para muslimah hari ini.

Mudah-mudahan sepuluh kriteria tersebut bisa diamalkan oleh para muslimah dalam kehidupan sehari-hari. Amin, WAllahu a’lam bi showab