Para pendengar rohimakumulloh, Pada kesempatan kali ini kita akan mambahas tema bagaimana kita membina setiap keluarga kita dan setiap personil yang ada didalamnya sesuai dengan tuntunan islam. Baik kita yang saat ini sedang mengarungi bahtera rumah tangga dan bagi ikhwah sekalian yang saat ini barangkali menjelang saat-saat waktu memasuki bahtera rumah tangga yang ia idamkan tentunya semua kita mendambakan agar keluarga yang saat ini kita miliki atau yang akan kita jalani kehidupan bersama seluruh keluarga kita, baik suami istri maupun anak-anak adalah keluarga yang didalamnya penuh dengan ketentraman yang senantiasa mendapat keberkahan dari Alloh swt. Keluarga yang dimana semua anggota yang ada didalamnya baik ayah maupun bunda maupun anak-anak yang dimiliki oleh kedua orangtuanya sebagai mu’min dan mu’minah yang memahami hak-hak sebagai keluarga dan tentunya pandai melaksanakan kewajiban-kewajiban tentunya yang paling utama kepada Alloh subhanahu wa ta'ala sebagai rob mereka.
Oleh : Ustadz. Ali Maulida, S.S (MPP HASMI)
Durasi : 00:21:39
Bitrate : 128 Kbps
Untuk mendengarkan klik disini
Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 03 September 2010 15:03 )
Ahlak pada Rasul
Ditulis oleh Radio Streaming
Kamis, 02 September 2010 10:39
Pendengar yang berbahagia marilah kita bersama-sama merenungi dan menghayati ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Rosululloh saw yang menjelaskan tentang akhlaq seorang mulsim kepada Rosululloh saw yang merupakan akhlaq mulia setelah kita berakhlaq kepada Alloh subhanahu wa ta’ala dimana dalam sebuah ayat Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiaanya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Alloh dan Rosul-Nya dan datangkan keputusannya dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq.” (At-Taubah : 24)
Ayat tersebut menjelaskan kepada orang yang beriman hendaknya menjadikan Alloh dan Rosul-Nya lebih dicintai daripada yang lainnya.
Oleh : Ustadz Aceng Zakaria, S.Th.I
Durasi : 00:17:41
Bitrate : 128 Kbps
Untuk mendengarkan klik disini
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 02 September 2010 10:54 )
Bekal Kiat Berda'wah
Ditulis oleh Radio Streaming
Rabu, 01 September 2010 09:53
Masirol msulimin Rohimakumulloh,
Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk mentadaburi dari kondisi masyarakat kita secara umum di bangsa yang kita cintai yaitu indonesia, secara khusus kondisi saudara kita sesama umat islam yakni kaum muslimin dan muslimah. Kemudian kita bersama mengambil faedah bagaimana langkah-langkah yang tepat sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh saw. didalam merespon kondisi masyarakat yang bisa kita rekam dan kita bisa fahami bersama. Kita sangat bersyukur sekali sebagai seorang muslim secara khusus atau pun muslimah yang tinggal di suatu negeri yang berpenduduk mayoritas adalah sebagai seorang muslim dan muslimah hal ini tidak bisa kita pungkiri hal ini bahkan harus kita syukuri bersama ketika Alloh memberikan suatu kenikmatan yang sangat besar, yang sangat agung yaitu terlahirnya kita sebagai seorang manusia yang beragama islam. Bahkan ditempatkan oleh Alloh di suatu negeri yang mayoritas berpenduduk muslim.
Oleh : Ust. Abu Jundi Saefudin (Ketua DPW HASMI Jabodetabek)
Durasi : 00:21:43
Bitrate : 128 Kbps
Untuk mendengarkan klik disini
Beriman Kepada Para Malaikat
Ditulis oleh Radio Streaming
Selasa, 31 Agustus 2010 13:52
Para pendengar yang budiman,
Pembahasan tentang tempat para malaikat ini tebagi kepada empat bagian yaitu ta’rif / pengenalan kepada malaikat, penyebutan malaikat didalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, jenis-jenis malaikat, keutamaan para malaikat dan orang-orang yang shaleh. Para malaikat adalah mereka yang di serahi pengurusan langit bumi dan seluruh gerakan di alam semesta, yang mereka menggerakkan alam semesta sebagiamana firman Alloh subhanahu wa ta’ala di dalam Surat An-Nazi’at ayat ke 5 : “Dan malaikat-malaikat yang mengatur urusan dunia.” Mereka adalah para Rosul Alloh subhanahu wa ta’ala didalam haq cipta dan perintah–Nya. Mereka adalah duta Alloh subhanahu wa ta’ala, duta antara Alloh subhanahu wa ta’ala dan makhluk–Nya. Mereka turun dengan perintah Alloh subhanahu wa ta’ala di penjuru alam. Mereka juga naik kepada Alloh subhanahu wa ta’ala dengan perintah Alloh subhanahu wa ta’ala.
Oleh : Ustadz Abdul Malik Sukirman (MPP HASMI)
Durasi : 00:19:07
Bitrate : 128 Kbps
Untuk mendengarkan klik disini
Buah dari Taykiyatunafs
Ditulis oleh Radio Streaming
Senin, 30 Agustus 2010 13:28
Ma’asirol muslimin rohimaniyallohu waiyyakum,
Seseorang yang senantiasa melatih dirinya tentunya dia akan mendapatkan buah yang sangat berfaidah dan sangat besar sekali nilai manfaat bagi dirinya baik didunia maupun di akhirat kelak disisi Alloh swt. Diantaranya adalah apa yang selalu ada di benak kita yaitu kebaikan, mendapatkan kecintaan dari Alloh swt,….
Oleh : Ust. Fachri Fachrudin, S.H.I
Durasi : 00:20:30
Bitrate : 128 Kbps
Untuk mendengarkan klik disini
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 30 Agustus 2010 13:36 )
Membendung Ghozwul Fikr
Ditulis oleh Radio Streaming
Sabtu, 28 Agustus 2010 18:56
Para pendengar yang budiman,
Pembahasan kita kali ini adalah “Membendung Gelombang Ghozwul Fikri”. Hal ini tiada lain berupa metode prefentif dan kuratif dalam menghadapi arus besar bahkan gelombang yang sewaktu-waktu bisa meledak arusnya yaitu ghozwul fikri. Ada beberapa rambu-rambu dan syarat-syarat untuk membendung arus ghozwul fikri diantaranya yaitu realistis, maksudnya metode tersebut adalah metode yang merupakan sesuatu yang mungkin untuk dilaksanakan dan tidak terlalu muluk-muluk karena bisa dianggap menghayal atau sebuah metode yang lazim karena kalau tidak lazim hanya disebut sebagai utopia. Kebanggaan untuk me- ngembalikan kejayaan dengan melupakan landasan akhirnya berujung kepada kesedihan belaka.
Oleh : Ust. Rahendra Maya, S.Th.I (Ketua LSSI)
Durasi : 00:22:24
Bitrate : 128 Kbps
Untuk mendengarkan klik disini
Mendekatkan Diri kepada Alloh swt
Ditulis oleh Radio Streaming
Jumat, 27 Agustus 2010 14:29
Ma’sirol muslimin rohimakumulloh, Alloh swt berfirman di akhir surat Al-Kahfi:
“Katakanlah wahai Muhammad, sesungguhnya aku adalah manusia seperti kalian, diwahyukan kepadaku bahwasannya sesembahan kalian adalah sembahan yang satu yaitu Alloh swt. Maka barangsiapa yang berharap untuk berjumpa kepada –Nya di akhirat kelak, maka hendaknya dia melakukan amalan yang shalih dan janganlah menyekutukan Alloh dengan sesuatu pun dalam ibadahnya kepada Rob nya.”
Ayat ini mengajak kita untuk mempersiapkan bekal, sebab kita semua yakin bahwa kita akan berjumpa pada Alloh swt nanti pada hari kiamat, kita akan berdiri dihadapan Robbul ‘Alamin untuk dihisab dan di balas oleh Alloh swt seluruh amal-amal kita. Kita meyakini dan mengharap pertemuan dengan Alloh oleh karena itu jika kita benar jujur dalam harapan kita untuk berjumpa dengan Alloh dalam keadaan ridho dan diridhoi, telah membawa amal shalih yang akan menyelamatkan kita kelak maka tidak ada jalan lain kecuali sebagaimana yang dituntut ayat tadi yaitu “maka hendaklah ia melakukan amalan yang shalih”
Oleh : Ustadz. Ibrohim Bafadhal, Lc.
Durasi : 00:21:52
Bitrate : 128 Kbps
Untuk mendengarkan klik disini
Jagalah Alloh Niscaya Alloh Akan Mejagamu
Ditulis oleh Radio Streaming
Kamis, 26 Agustus 2010 13:49
Pendengar yang budiman,
Didalam sebuah hadits yang terkenal dikalangan umat islam yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. Dimana beliau Rosululloh saw mengingatkan tentang suatu nasehat yang amat mulia dan mengandung makna yang sangat tinggi, singkat tetapi berisi unsur-unsur yang membawa kebahagiaan baik didunia maupun di akhirat. Beliau Rosululloh saw bersabda:
“jagalah Alloh niscaya Alloh akan menjagamu.”
Disaat kondisi pribadi- pribadi umat berada dalam kebingungan dan kegersangan yang sangat dahsyat sebagaimana kita melihat dizaman Rosululloh saw dimana prinsip-prinsip dasar keimanan kepada Alloh swt hancur lebur. Kita bisa menyaksikan disaat itu sebagaimana yang kita saksikan. Seorang ulama menguraikan bagaimana situasi kondisi jahiliyyah dimasa itu diantaranya bangsa arab mempunyai keyakinan tentang wujud Alloh swt dan mereka pun meyakini bahwa Alloh swt pencipta Alam semesta, Alloh lah yang menurunkan hujan. Akan tetapi dalam pandangan mereka bahwa ilah / tuhan yang mereka yakini itu tidak sanggup menghidupkan mereka kembali setelah kematian.
Oleh : Dr. Muhammad Sarbini, M.H.I (Ketua MPP HASMI)
Durasi : 00:21:27
Bitrate : 128 Kbps
Untuk mendengarkan klik disini
Sikap Terhadap Nash Al-Quran dan Sunnah
Ditulis oleh Radio Streaming
Rabu, 25 Agustus 2010 14:03
Para pendengar rohimakumulloh,
Pada kali ini kita akan membahas mengenai “sikap seorang mu’min terhadap nash syar’i”, adanya kaidah yang sangat mendasar dan ini menjadi penting bagi kita sekalian wajib hukumnya untuk difahami dengan baik oleh setiap mu’min didalam sikap mereka terhadap dua nash syar’i yaitu Al-Qur’an dan Hadits Rosululloh saw. Kita ketahui bahwa Al-Qur’an dan Sunnah adalah dua nash yang kedudukannya sangat mulia dalam islam dan menjadi sumber dari segala sumber hukum dan pemahaman dalam beribadah, akidah, dan muamalah dan dalam seluruh aspek kehidupan seorang mu’min didunia ini. Mengingat begitu pentingnya kedudukan Al-Qura’anul karim dan Hadits Rosululloh saw ada kaidah yang telah dijelaskan oleh para ulama yang harus dijalani di tempuh atau dilakukan oleh seorang mu’min terhadap keduanya.